BERITA


Mengenal Manipulasi Psikologis

Oleh

Fauzia Halimatussadia, S.Pd.
(Guru SMKN 1 Sukanagara)

Tidak cuma pengaruhi emosi, menonton juga ternyata bisa mempengaruhi pikiran penontonnya.

Minggu lalu saya menonton tayangan drama Korea yang bertema kriminal berjudul Bad and Crazy. Dalam drama ini terdapat pemeran jahat yang memiliki karakter seorang manipulator dimana dia memanipulasi psikologis korbannya dengan tindakan gaslighting.

Tulisan ini bukan untuk mereview drama tersebut, tapi mari kita bahas sedikit apa sih manipulasi psikologis itu dan apa yang dimaksud dengan gaslighting?

Seperti yang kita sadari manusia memiliki beragam emosi mulai dari senang sedih marah, ceria, bahkan sejak tahun 2012 lahir istilah baru yaitu galau.

Galau identik dengan kondisi kacau pikiran, bimbang, gelisah ataupun kecemasan dikarenakan suatu hal. Kalau sudah tidak asing lagi didengar di kalangan remaja hingga dewasa awal.

Perubahan emosi kita ternyata juga dapat mempengaruhi orang lain loh! Pengaruh emosi itu bisa berdampak baik tapi tidak jarang juga berdampak buruk bagi orang lain, salah satunya manipulasi psikologis.

Manipulasi merupakan kejahatan yang jarang kita sadari kondisi dimana seseorang mengubah realita atau mempermainkan emosi dan mental oranglain demi kepentingan dirinya sendiri.

Pernahkah kamu merasa ada di posisi yang benar tetapi harus meminta maaf? Atau merasa disudutkan karena orang lain mengungkit-ngungkit kesalahanmu terus? Atau menjadikan orang lain sebagai bahan bercandaan tetapi hanya kamu dan kawanmu yang tertawa?

Ada beberapa jenis manipulasi psikologis yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya:

1. Gaslighting
Gaslighting adalah tindakan memanipulasi emosi seseorang agar korban meragukan perasaan, pikiran, dan peristiwa yang telah dialaminya. Mereka akan memberikan pendapat yang seolah-olah valid dan meyakinkan sehingga korban pada akhirnya meragukan pendapatnya sendiri. Semakin tidak percaya diri seseorang maka dia akan lebih mudah untuk dipengaruhi.

2. Playing victim
Tindakan melempar kesalahan yang dilakukannya kepada orang lain dan mencari kelompok-kelompok pendukung dan meyakinkan mereka Salah kamu yang salah dan dia korbannya.

3. Berbohong
Selain itu dia akan memberitahukan bahwa ada orang-orang yang berbicara buruk tentangnya dengan menambahkan kebohongan di sana-sini.

4. Meremehkan perasaan oranglain.
Misal, menghakimi seseorang saat sedang menceritakan permasalahan yang dialaminya. Biasanya pelaku akan meremehkan perasaan korban agar korban merasa bahwa tindakannya salah.

Jika diperhatikan ada banyak hal yang menurut kita itu hal wajar dan biasa, ternyata itu dapat memanipulasi psikologis orang lain dan hal ini dapat berdampak buruk bagi kondisi mental dan emosi korban.

Umumnya manipulasi psikologis ini dilakukan sebagai mekanisme pertahanan diri si manipulator. Sayangnya kita sering tidak menyadari perilaku manipulasi emosi ini, baik sebagai pelaku maupun sebagai korban.

Mulai sekarang, yuk! Mari berbenah mulai cintai diri sendiri dan menjaga perasaan orang lain karena tanpa disadari sikap dan perilaku kita bisa saja melukai perasaan orang lain.***
(admin)


0 Komentar

Kirim Pesan

Hot News

Image

Kenyataan Setelah Lulus SMK

Image

Tahun 2022 Kutemukan Cinta Sejati

Image

Kenapa Guru Kimia?

PROFIL SEKOLAH

Kopi Produk Unggulan SMKN 1 Sukanagara

SMK Pusat Keunggulan

Gebyar Vaksinasi

Statistik Pengunjung

Flag Counter

Kontak

Alamat :

Jalan Raya Mekarsari Km.07 Gunungsari

Telepon :

085724452788

Email :

info@smkn1sukanagara.sch.id

Website :

smkn1sukanagara.sch.id

Media Sosial :