BERITA


Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 dengan Varian Omicron

Oleh

Muhamad Alwi, M.Tr.Pi.
(Kepala SMKN 1 Sukanagara)

Meningkatnya angka kasus covid-19 di beberapa negara termasuk Indonesia, akibat adanya varian baru dari covid-19 yang diberi nama Omicron. Walaupun para ilmuwan masih terus memperlajari kondisinya tetapi para ahli kesehatan mengingatkan untuk melakukan kewasapadaan kepada masyarakat tentang penyebarannya. Untuk mengantisipasi hal tersebut dengan diberlakukannya pembelajaran tatap muka 100% yang baru berjalan 1 bulan, akhirnya melalui edaran Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi No. 2 Tahun 2022 tentang Diskresi keputusan bersama 4 Manteri tentang panduan peyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19, dimana mengantisipasi melonjaknya kembali kasus penularan virus Covid-19 maka Kemdikbudristek memberikan maklumat untuk penyelenggaran pembelajaran tatap muka untuk setiap jenjang pendidikan di masing-masing daerah berdasarkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pada edaran tersebut di sampaikan bagaimana aturan untuk masing-masing level tetang batasan jumlah peserta didik, yaitu untuk PPKM level 2 batasan 50% jumlah peserta didik dari kapasitas ruangan yang dimiliki oleh masing-masing sekolah dan pelaksanaan PTM terbatas untuk daerah yang berada di level 1, level 3 dan level 4 yang disesuaikan dengan ketentuan SKB 4 Menteri, orang tua peserta didik diberikan pilihan untuk melaksanakan PTM terbatas atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pemerintah daerah melakukan pengawasan dan pembinaan tentang penyelenggaran PTM terbatas dan pelaksanaan PJJ di setiap satuan pendidikan yaitu penerapan protokol kesehatannya secara ketat, pelaksanaan survei prilaku kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan surveulens epidemilogis di satuan pendidikan, percepatan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan serta memastikan penghentian sementara PTM terbatas berdasarkan hasil surveilens epidemilogis sesuai ketentuan keputusan bersama empat menteri.

Menurut Gubernur Jawa Barat Bapak Ridwan Kamil bahwa untuk proses pembelajaran tatap muka di Jawa Barat disesuaikan dengan adanya penerapan PPKM level 3 untuk Bandung Raya dan BODEBEK bagi wilayah yang jumlah kasusnya lebih tinggi, daerah lain akan terus di evaluasi seacra bertahap. sementara Pemerintah Kabupaten Cianjur, sebagaimana yang dikutip dalam harian surat kabar online Cianjur Express, dimana Bupati Cianjur Bapak Herman Suherman mengatakan bahwa setelah melakukan evaluasi dan pemantauan di lapangan sekarang sudah banyak sekolah-sekolah yang terindikasi terkena covid-19, walaupun belum tahu varian omicron, delta atau alfa. Sehingga Bupati Cianjur mengeluarkan surat edaran no.443.1/1150/Satgas Covid 19/2022 tentang peningkatan kewaspadaan penyebaran virus covid di wilayah Kabupaten Cianjur. Dalam surat edaran tersebut mulai tanggal 09 Februari 2022 proses pembelajaran dilaksanakan kembali secara online untuk tingkatan PAUD, SD, SMP dan memberikan tugas kepada siswa dengan bimbingan guru kelas atau mata pelajaran sampai dengan batas waktu penyebaran virus kembali mereda. Untuk pendidikan tingkatan SMA/SMK/SLB mengacu pada surat edaran Bupati Cianjur tersebut di atas tentang peningkatan kewaspadaan penyebaran virus covid di wilayah Kabupaten Cianjur, akhirnya Kepala Cabang Dinas Penddidikan Wilayah VI juga menetapkan kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara online atau pembelajaran jarak jauh, yang pelaksanaannya sampai menunggu ketetapan baru.

Melihat kondisi tersebut, memang sangat disayangkan pendidikan kembali harus terganggu kegiatan pembelajaran yang baru dimulai awal Januari 2022 pelaksanaan tatap mukanya 100 persen setelah sekolah sudah melaksanakan kegiatan vaksin 1 dan 2 untuk peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan. Kebahagian peserta didik yang akhirnya bisa melakukan lagi kegiatan rutinitas di sekolah seperti halnya dulu sebelum Indonesia di landa virus covid-19, berkumpul dengan teman-temannya, melaksanakan kegiatan upacara, melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler harus kembali melaksanakan aktivitas di rumah masing-masing. Orang tua yang tadinya selama 1,5 tahun merasa cukup terbebani menjaga/membimbing anak-anak mereka agar tetap bisa melaksanakan kegiatan pembelajaran secara online, merasa bebannya berkurang setelah dimulai KBM tatap muka 100 persen. Tetapi dengan kebijakan terbaru ini, beberapa orang tua sudah mulai menyampaikan keluhan terkait kegiatan pembelajaran secara online ini. Mereka akan menghadapi lagi kegiatan-kegiatan yang terkadang harus mampu membagi waktu mengurus rumah tangga bagi ibu rumah tangga yang hanya berada di rumah dengan mengurus anak-anak mereka melaksanakan kegiatan pembelajaran secara online.

Sebagai pelaksana kebijakan yang dibuat Pemerintah, maka kepala sekolah, guru dan tata usaha harus menerima dan melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan prosedur yang di tetapkan oleh satuan tugas covid 19 atau sesuai dengan panduan pelaksanaan pembelajaran yang ditanda tangani oleh empat menteri tentang panduan peyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Tentunya dibutuhkan kembali kemampuan sekolah menyiapkan segala infrastruktur untuk mendukung kegiatan tersebut, serta kemampuan guru dalam menyajikan pembelajaran yang tidak membuat peserta didik menjadi jenuh. Walaupun hal ini sudah dilakukan oleh guru dan peserta didik, akan tetapi karena mereka baru menikmati masa-masa berinteraksi di kelas secara langsung sekarang kembali melalui media aplikasi online, tentu memberikan pengaruh terhadap respon pembelajaran menjadi satu arah lagi.

Pelaksanaan pembelajaran secara daring atau PJJ ini selama di awal covid hingga kasus mulai menurun, menurut analisis beberapa pakar pendidikan, sebenar di Indonesia tidak memberikan dampak yang baik bagi perkembangan kemampuan peserta didik, dikarena lemahnya kemampuan guru memanfaatkan aplikasi online. Belum lagi dengan kondisi peserta didik tempat tinggalnya belum terjangkau jaringan internet atau terjangkau tapi kualitas signal lemah, sehingga mereka berharap agar kegiatan ini tidak berlangsung lama. Apalagi bagi peserta didik kelas XII yang akan mempersiapkan diri menghadapi Ujian Kompetensi Keahlian Tahun 2022 kembali terganggu.

Penulis mendapatkan penjelasan yang menarik dari salah satu Dokter di Pondok Pesantren Daarut Tauhid. Yaitu Dokter Asep Hermana tentang bagaimana agar penyebaran virus ini mampu diminimalisir serta bagaimana peran sekolah dalam menghadapi pembelajaran secra online dimasa pandemi covid-19 ini. Dimana beliau menyampaikan bahwa varian omicron ini tetap berbahaya walaupun gejalanya lebih ringan dibandingkan dengan varian sebelumnya. Untuk itu dokter Asep Hermana menyarankan dalam menghadapi agar virus covid-19 dengan varian omicron ini tidak memberikan dampak yang begitu luas, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh lembaga pendidikan yaitu;

1. Penggunaan masker,
Penggunaan masker yang secara terus menurus tanpa diganti akan menyebabkan virus tersebut bisa menyebar kemana-mana. Karena jika penggunaan masker ini tidak benar, yang terjadi masker tidak bisa memberi perlindungan yang maksimal kepada penggunanya, salah satunya kebiasaan yang terjadi memakai masker tidak pernah diganti kemudian menyentuh masker bagian depannya tanpa mencuci tangan kembali. Untuk sekolah harus terus mengingatkan peserta didiknya dalam penggunaan masker yang benar, kalau perlu dicek masker peserta didik tersebut secara berkala, apakah diganti atau hanya tetap menggunakan satu masker saja selama seminggu. Kemudian para pendidik dan tenaga kependidikan juga harus menjadi contoh dalam menggunakan masker yang benar serta pemakaian secara teratur pada saat berada diluar rumah atau di lingkungan sekolah.

2. Pemberian tugas
Pemberian tugas kepada peserta didik perlu menjadi perhatian bagi seluruh sekolah dimana pun, baik yang berbasis boarding school atau sekolah umum. Pada saat kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara online atau daring/PJJ, biasanya yang terjadi adalah untuk mengaktifkan peserta didik mengikuti KBM dilakukan dengan pemberian tugas yang terkadang tidak memperhatikan kondisi peserta didik, yang akhirnya mereka merasa terbebani. Timbulnya perasaan terbebani dalam melaksanakan tugas ini yang menyebabkan peserta didik bosan dan bisa juga kondisi kestabilan tubuh mereka menurun, karena itu pemberian tugas harus menimbulkan rasa kepercayaan diri peserta didik mampu menyelesaikan tugas tersebut dan mereka tetap dalam kondisi enjoy tidak merasa terbebani untuk menyelesaikannya. Dibutuhkan kemampuan sekolah khususnya guru dalam membuat kelas online lebih hidup dan menyenangkan buat peserta didik.

3. Konsumsi makanan yang mengandung Energi dan protein.
Asupan makanan perlu menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat agar menjaga kondisi tubuhnya tetap sehat dan kuat menghadapi penyebaran virus. Makanan yang baik dapat menjaga sistem imun tubuh kita yaitu makanan-makan yang mengandung energi dan protein tinggi, sebab virus tidak akan mampu berkembang dengan baik manakala sistem imun manusia tetap terjaga tapi akan berkembang dengan baik manakala tubuh manusia lemah atau lelah sehingga mengurangi pertahanan dalam diri. Untuk itu selalu memberikan edukasi kepada peserta didik dalam menjaga pola makan mereka dengan baik dan benar, membiasakan untuk mengkonsumsi buah-buahan misalnya buah jeruk, pepaya, tomat, bluberry dan alpukat serta makanan yang tinggi protein seperti Ikan, telur, daging, dll. Makanan yang mengandung energi dan protein tinggi sangat baik untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh manusia serta mampu melawan infeksi virus dan bakteri.

Semoga masyarakat terutama orang tua peserta didik dan peserta didik bisa memahi ketiga hal di atas untuk kebiasaan setiap hari dilakukan. Apalagi di kondisi pandemi covid-19 yang terus meningkat saat ini, memberikan edukasi kepada orang tua untuk bisa menjadikan rumah sebagai sentra pendidikan, yang mampu melayani para peserta didik agar maksimal dalam kegiatan KBM tatap muka. Jadi orang tua harus terbiasa melakukan kegiatan pembelajaran bersama peserta didik, jangan beranggapan bahwa pendidikan itu diserahkan semua ke sekolah, guru, bimbingan belajar, dan pihak lainnya. Semoga kualitas pendidikan di Indonesia akan kembali meningkat dan menghadirkan rasa nasionalisme tinggi bagi warga bangsa ini, adanya kebersamaan antara orang tua dan sekolah saling mendukung kegiatan pembelajaran baik dilaksanakan secara online atau tatap muka sangat baik dan akan membuat bangsa ini melahirkan generasi emas yang bisa memajukannya. 

Pendidik harus mampu bekerja secara profesional dnegan memiliki tanggung jawab dalam membina, membimbing, mendidik, menilai dan mengevaluasi para peserta didiknya. Seorang pendidik harus mampu menyesuaikan dirinya secara terbuka, bijaksana dan dapat merespon dengan baik terhadap masuknya era generasi 4.0 saat ini yang semuanya sudah lebih cepat arus informasi yang didapatkan melalui media internet. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini menjadi suatu tantangan tersendiri bagi seorang pendidik untuk selalu bersikap profesionalisme dalam mengajar, jangan terhambat pelayan lebih kepada peserta didik walau kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara online.. wallahu a'lam bishawab.***


0 Komentar

Kirim Pesan

Hot News

Image

Kenyataan Setelah Lulus SMK

Image

Tahun 2022 Kutemukan Cinta Sejati

Image

Kenapa Guru Kimia?

PROFIL SEKOLAH

Kopi Produk Unggulan SMKN 1 Sukanagara

SMK Pusat Keunggulan

Gebyar Vaksinasi

Statistik Pengunjung

Flag Counter

Kontak

Alamat :

Jalan Raya Mekarsari Km.07 Gunungsari

Telepon :

085724452788

Email :

info@smkn1sukanagara.sch.id

Website :

smkn1sukanagara.sch.id

Media Sosial :