BERITA


Jangan Menjadi Toxic People

Oleh
Eri Fauzi Rahman
(Guru SMKN 1 Sukanagara)

Sepertinya sudah menjadi garis kehidupan, bahwa yang baik akan bertemu dengan yang baik dan yang buruk akan bertemu dengan yang buruk pula.

Sebetulya kita tidak perlu repot memilih seseorang apakah ia termasuk orang baik atau buruk, sehingga pantas untuk dijadikan teman atau tidak.

Orang-orang yang memang satu frekuensi dengan kita, dengan sendirinya ia akan mendekat dan bersama. Nah, kesamaan frekuensi inilah yang ternyata membuat diri kita nyaman.

Sebab ada tipe orang yang keberadaannya itu tidak dikehendaki. Orang lebih nyaman kalau ia tidak ada. Ini lah yang disebut toxic people.

Sebetulnya apa yang membuat frekuensi seseorang sama?

Secara naluriah, manusia itu tidak ingin disakiti dan dikecewakan, ia senang dengan yang baik-baik. Misalnya, manusia pada dasarnya tidak ingin dibohongi atau dihianati, ia senang dengan kejujuran dan kesetiaan.

Maka siapapun orangnya yang suka berbong dan berhianat, ia akan dijauhi dan pastinya akan sedikit yang mau jadi temannya. Sebaliknya, orang jujur dan setia, ia akan didekati bahkan dan pasti akan banyak temannya.

Betul seperti kata pepatah, Man Qolla Shidquhu Qolla shodiquhu, Barang siapa sedikit kejujurannya, maka sedikit pula teman baiknya.

Tentang kejujuran ini, Rasulullah mengisyaratkan bahwa kejujuran itu akan membawa pada kebaikan dan setiap kebaikan akan menuntun kita ke Surga. Tapi, setiap kebohongan itu akan melahirkan keburukan, sedangkan keburukan akan menuntun ke Neraka.

Pantas saja, orang yang sering berbohong dan berkhianat, ia menjalani kehidupannya seperti di neraka. Ia akan mengalami kesulitan dalam kehidupannya, dijauhi teman-temannya dan bawaannya panas saja.

Sedangkan orang yang jujur bawaannya adem dan menyenangkan. Ia akan selalu mendapat kemudahan dalam kehidupannya. Layaknya di Surga, ketentraman akan menyelimuti dirinya bahkan orang yang ada di sekitarnya.

Namun perlu dicatat bahwa ternyata sifat kejujuran itu bukan semata bakat atau sifat bawaan sejak lahir. Kejujuran itu bakat atau potensi setiap manusia yang harus terus diasah dan dibiasakan.

Setiap orang punya potensi untuk jujur dan bohong. Namun untuk selanjutnya, kecenderungan ia sering jujur atau bohong itu tergantung pembiasaan.

Maka di sinilah perlunya pendidikan atau pembiasaan. Baik di lingkungan keluarga ataupun di masyarakat. Dalam lingkungan tersebut kejujurannya akan terbentuk. Sifat jujur dan bohong terlahir dari  sendi-sendi kehidupan yang kita bangun.

Memang kita ini manusia yang tidak sempurna. Tidaklah mungkin kita ini menjadi orang yang benar-benar jujur seperti halnya seorang Nabi.

Namun kita hanya berusaha dan belajar untuk bisa jujur. Lebih banyak jujurnya ketimbang bohongnya, berani berbuat jujur dan lebih takut bohong.

Sebab sejahat-jahatnya orang, tetap ia memilih teman yang jujur meskipun ia sama-sama penjahat.

Semoga kita tidak termasuk orang yang toxic people. Namun menjadi sosok yang dirindukan orang lain, baik ketika ada dan tidak adanya diri kita. Salah satunya berusaha menjadi orang yang jujur.***
(admin)


0 Komentar

Kirim Pesan

Hot News

Image

Kenyataan Setelah Lulus SMK

Image

Tahun 2022 Kutemukan Cinta Sejati

Image

Kenapa Guru Kimia?

PROFIL SEKOLAH

Kopi Produk Unggulan SMKN 1 Sukanagara

SMK Pusat Keunggulan

Gebyar Vaksinasi

Statistik Pengunjung

Flag Counter

Kontak

Alamat :

Jalan Raya Mekarsari Km.07 Gunungsari

Telepon :

085724452788

Email :

info@smkn1sukanagara.sch.id

Website :

smkn1sukanagara.sch.id

Media Sosial :