BERITA


Kenapa Guru Kimia?

(Part 1)

Oleh
Erna Ratnawati, S.Pd.
(Guru Kimia/Wakasek Sapras SMKN 1 Sukanagara)

Cerita bermula dari kelas 1 SMP. Waktu itu jam pelajaran Biologi. Gurunya bernama Ibu Ida. Di sela-sela pembelajaran, beliau sedikit bercerita alasannya menjadi seorang guru.

Menurutnya, sebagai seorang muslim, menjadi guru itu merupakan profesi yang amalnya mengalir terus sampai ke alam kubur nanti. 

Kenapa? Karena setiap orang yang meninggal, akan putus semua amalnya kecuali ilmu yang bermanfaat, sodaqoh jariyah, dan doa anak sholeh. Dengan menjadi seorang guru, ketiga amal itu akan didapat.

Alasan pertama, dengan menjadi seorang guru, berarti ilmu yang telah diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, diajarkan kepada orang lain, dan bisa jadi dimanfaatkan lagi oleh orang lain. Dengan kata lain, multi level pahala.

Kedua, dengan menjadi guru, mentransfer ilmu yang dimiliki kepada orang lain, bisa jadi sodaqoh dan jariyah. Tidak bisa sodaqoh harta, mungkin bisa sodaqoh ilmu.

Ketiga, menurut beliau, dari sekian banyak anak didik yang telah dididiknya, insa Alloh ada anak sholeh yang kelak mendoakannya.
Walaupun itu diceritakan ketika usia saya masih sangat belia, tapi kata-kata itu sampai sekarang terus saya ingat.

Kemudian, cerita berlanjut di SMA, tepatnya kelas 1, ketika jam pelajaran konseling, guru BP meminta kami untuk menuliskan cita-cita yang ingin diraih di masa depan beserta alasannya.

Entah kenapa saya menuliskan, “saya ingin menjadi seorang guru”. Tidak terpikir profesi yang lainnya. Waktu itu, alasannya bukan karena cerita Ibu Ida, tapi saya ingin menjadi guru karena jam kerjanya tidak terlalu lama. Tidak seperti orang kerja kantoran.

Terus, kalau murid-muridnya libur, gurunya juga ikut libur. Sehingga, banyak waktu yang bisa diberikan untuk mengurus keluarga. Pada saat itu saya sudah berpikir demikian.

Waktu berlalu, tibalah kelas 3 SMA. Saya masuk jurusan IPA. Bukan ikut-ikutan teman masuk jurusan itu, tapi karena saya memang suka pelajaran science. 

Di jurusan IPA, pelajaran Matematik, Kimia, Fisika, dan Biologi porsinya lebih banyak daripada di kelas 1 dan 2. Karena memang minat saya di situ, saya tidak merasa terbebani.
 
Satu hal yg menarik, guru kimia di kelas 3, berbeda dengan guru kimia waktu di kelas 1 dan 2. Di kelas 3, saya diajar oleh Ibu Ati namanya. 

Beliau baik sekali, merskipun cerewet tapi ia ramah, suka bercerita tentang science. Sehingga mengajar kimia itu menjadi lebih mudah dipahami dan lebih membuat saya ingin tahu tentang pelajaran kimia. Padahal, di kelas 1 nilai kimia saya cuma 6.

Kelulusan hampir tiba. Sebenarnya, waktu masih di kelas 3 semester akhir, kami ditawari untuk masuk IPB lewat jalur PMDK. Di situ kesempatan untuk masuk sangat tinggi.

Akan tetapi, karena cita-cita saya ingin menjadi guru, saya pun menolak. Saya takut lulus PMDK di IPB, hingga nantinya saya tidak punya kesempatan untuk masuk UPI. Karena kalau lulus PMDK, itu tidak boleh ditolak atau mengundurkan diri. 

Padahal, kalau dipikir lagi, “kok pede banget”. Belum tentu juga bisa masuk UPI lewat ujian saringan masuk perguruan tinggi negeri (SMPTN), karena saingannya banyak sekali. Ikut bimbingan belajar seperti orang lain juga tidak, karena tidak ada biaya.

Tapi itulah jalan Alloh. Semua dijadikan lebih mudah, untuk pertama kalinya Ujian SMPTN itu diadakan di Cianjur. Padahal, harusnya selalu di Bandung. Hal itu meringankan beban orang tua untuk masalah biaya transport ujian. Hanya perlu membayar uang pendaftaran. 

Pada saat pendaftaran, saya harus memilih universitas dan jurusan yang ingin dimasuki. Tanpa pikir panjang, saya memilih jurusan Pendidikan Kimia UPI sebagai pilihan pertama, dan pilihan keduanya iseng memilih Bahasa Jepang.
*** 
Berlanjut di part 2.


0 Komentar

Kirim Pesan

Hot News

Image

Kenyataan Setelah Lulus SMK

Image

Tahun 2022 Kutemukan Cinta Sejati

Image

Kenapa Guru Kimia?

PROFIL SEKOLAH

Kopi Produk Unggulan SMKN 1 Sukanagara

SMK Pusat Keunggulan

Gebyar Vaksinasi

Statistik Pengunjung

Flag Counter

Kontak

Alamat :

Jalan Raya Mekarsari Km.07 Gunungsari

Telepon :

085724452788

Email :

info@smkn1sukanagara.sch.id

Website :

smkn1sukanagara.sch.id

Media Sosial :