BERITA


Menemukan Hakikat Kebenaran

Oleh
Agus Girianto, S.Pd.
(Guru BK SMKN 1 Sukanagara/Kaprog OTKP)

Dalam hidup banyak ketidakcocokan antara kebenaran maupun kehendak yang kita miliki masing-masing. Akan tetapi, kita tidak boleh memaksakan kehendak kita, alih-alih menunjukkan kebenaran yang kita punya justru membuat kemudaratan yang luas

Maka yang kita cari adalah harmonisasi antara ketidakcocokan dengan kebenaran maupun kehendak kita. Dan kita senantiasa dapat berendah hati untuk menemukan kebenaran yang sebenarnya

Ibarat sungai yang mengalir mengikuti arus dari hulu ke hilir, keadaan senantiasa dinamis mengikuti perkembangannya. Kalau kita sadar akan waktu yang tidak berhenti berarti kitapun menyadari bahwa segala sesuatu bersifat dinamis dan terus berjalan.

Begitu pula dengan berpikir, kita tidak perlu memegang erat kebenaran yang kita miliki sekarang, karena di kemudian hari bisa saja justru hal tersebut tidak berlaku lagi dan kita memerlukan referensi berpikir lain yang mungkin berkebalikan dengan apa yang kita dapat sekarang

Kebenaran pada dasarnya memiliki tiga posisi dalam kehidupan yaitu kebenaran personal, kebenaran majemuk, dan kebenaran sejati. Kebenaran personal merupakan kebenaran yang dipegang oleh masing-masing individu, bisa sama dan bisa pula berbeda pandangan antara satu dengan lainnya

Kemudian kebenaran majemuk atau seringkali disebut sebagai benarnya orang banyak merupakan kebenaran yang disepakati oleh banyak orang dalam suatu kelompok maupun suatu umat sekalipun. Kebenaran majemuk antara lain adat istiadat, kebudayaan, bahkan hukum negara yang berlaku

Kebenaran personal dan kebenaran majemuk adalah kebenaran yang bersifat relatif, sedangkan kebenaran yang sejati adalah kebenaran yang bernilai hakiki dan paling tinggi kualitasnya

Kita sebagai manusia hanya bisa meraba, menafsirkan, dan mencoba menemukan kebenaran karena kebenaran yang sejati bukan dari kita melainkan dari Tuhan

Kebenaran dapat diibaratkan sebagai dasar dalam membentuk perilaku. Yang penting adalah kebenaran kita membawa kemaslahatan dan manfaat yang baik pada orang lain

Kebenaran dapat pula diibaratkan sebagai benih yang ditanam di dalam tanah yang kemudian di atasnya tumbuh tanaman yang berbunga maupun berbuah. Bunga maupun buah tersebut yang kita suguhkan kepada orang lain berupa kebaikan dan kasih sayang kepada sesama.***
(Admin)


0 Komentar

Kirim Pesan

Hot News

Image

Kenyataan Setelah Lulus SMK

Image

Tahun 2022 Kutemukan Cinta Sejati

Image

Kenapa Guru Kimia?

PROFIL SEKOLAH

Kopi Produk Unggulan SMKN 1 Sukanagara

SMK Pusat Keunggulan

Gebyar Vaksinasi

Statistik Pengunjung

Flag Counter

Kontak

Alamat :

Jalan Raya Mekarsari Km.07 Gunungsari

Telepon :

085724452788

Email :

info@smkn1sukanagara.sch.id

Website :

smkn1sukanagara.sch.id

Media Sosial :