NEWS UPDATE :  

BERITA

Kepala SMK Berperan Menjadi CEO

Oleh :

Muhamad Alwi, M.Tr.Pi

Kepala SMKN 1 Sukanagara

 

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi khususnya SMK di Indonesia melalui kemitraan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri. Kemitraan strategis sebagaimana tersebut akan dapat terwujud jika SMK memiliki tata kelola yang baik dengan dipimpin kepala sekolah yang memiliki kemampuan mumpuni. Untuk mendukung hal tersebut Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi memprogramkan peningkatan kapabilitas manajerial Kepala SMK berbasis industri, agar Kepala SMK memiliki kemampuan tata kelola yang baik melalui entrepreneur leadership sehingga mampu mewujudkan tujuan SMK dalam menghasilkan lulusan SMK yang memiliki karakter kuat untuk bekerja dan berwirausaha. Dimana Kemdikbud telah menetapkan 10 langkah strategi revitalisasi SMK diantaranya peningkatan kualitas SDM SMK, pemanfaatan sistem teknologi informasi sebagai manajemen di sekolah, peningkatan link and match antara SMK dengan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA), penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan IDUKA, pengembangan Teaching Factory di SMK, penggunaan media video tutorial dan portofolio berbasis e-report skill, perluasan akses uji sertifikasi kompetensi bagi lulusan SMK, pemenuhan sarana dan prasarana, mengembangkan kearifan lokal dan keunggulan wilayah, serta mengoptimalkan peran SMK sebagai penggerak ekonomi lokal.

Sehingga sejalan dengan program revitalisasi SMK, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini sedang mempersiapkan program program Peningkatan Kapabilitas Manajerial Kepala SMK berbasis Industri tahun 2020. Hal ini wujud dari kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak yang mengatakan Kepala sekolah SMK harus mampu mendirikan mini industri di sekolah. Sebab, kepala sekolah SMK serupa dengan Chief Eksekutif Officer (CEO) bagi siswa-siswanya sehingga peran kepala sekolah di SMK juga harus harus mampu berperan sebagai layaknya seorang wirausahawan, Kepala sekolah harus berani "menjajakan" program yang dia bangun di SMK-nya, agar indsutri tertarik untuk bekerjasama dalam mengembangkan usahanya.

Sekolah Menengah Kejuruan merupakan lembaga pendidikan jenjang menengah yang berfungsi untuk mempersiapkan peserta didiknya siap bekerja sesuai dengan kompetensinya. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya pada era revolusi industri 4.0, telah menuntut semua sektor untuk berkembang menyesuaikan dengan perkembangan industri, mulai dari teknologi hingga budaya kerja yang diterapkan di industri. Keberhasilan SMK dalam mencetak lulusan tenaga kerja tingkat menengah yang memiliki keterampilan dan kemampuan bersaing di dunia industri sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor ketika peserta didik melewati proses pembelajaran di sekolah. Untuk itu dibutuhkan peran seorang Kepala sekolah di SMK dapat menempatkan dirinya sebagai  pimpinan tertinggi di institusi sekolah layaknya seorang pemimpin perusahaan atau industri, seorang kepala sekolah harus dapat berperan sebagai seorang CEO (Chief Executive Officer) yaitu sebagai pemegang fungsi manajerial tertinggi, yang memiliki dan membuat visi, misi dan pembuat kebijakan di sekolahnya. Visi dan misi yang dibuatnya nantinya yang akan dieksekusi dijalankan oleh seluruh stekholder di sekolah dalam bentuk operasional lapangan. Kebijakan yang dibuat merupakan wajah dari sekolah yang dipimpinnya.

Untuk menjadi seorang pemimpin yang sukses Billy Boen Founder dan CEO Yot Group mengatakan “ada enam hal yang harus dimiliki oleh seorang leader suatu organisasi, pertama dia harus memiliki purpose (tujuan) yang ingin di capai dan bermakna untuk banyak orang, kedua mampu mengkomunikasikan ke seluruh stekholder apa yang ada dalam pikirannya, ketiga seorang pemimpin harus Lead by example dapat memberikan contoh bagi seluruh anak buahnya, dan keempat mendengarkan, seorang pemimpin harus dapat mendengarkan seluruh stekholder yang di pimpinnya sebab masing-masing akan memberikan sudut pandang yang berbeda, kelima seorang pemimpin harus bisa menjadi mentor bagi bawahnnya segala kemampuan yang dimilikinya harus diberikan semuanya, jangan merasa takut akan tersaingi oleh bawahannya, sebab dengan ini akan memotivasi seorang pemimpin akan terus belajar, dan apabila bawahannya semakin memahami akan memudahkan seorang pemimpin dalam menggerakan organisasinya, yang ke enam seorang pemimpin harus dapat berkolaborasi dengan pihak luar agar dapat terus melakukan sharing demi kemajuan organisasi yang dipimpinnya”.

Sehingga terkait dengan konsep yang diberikan oleh CEO Yot Group tersebut, untuk menjadikan seorang kepala sekolah dapat berperan layaknya seorang CEO perusahaan atau industri, maka kita harus memiliki tujuan yang dituangkan dalam visi, misi sekolah harus bisa memberikan hasil yang bermakna untuk seluruh stekholder sekolah, harus ada peningkatan dalam hal kemampuan guru dan siswa serta peningkatan kesejahteraan. Untuk itu diperlukan kemampuan komunikasi kepada semua stek holder, agar apa yang menjadi program sekolah dapat di dukung dan dilaksanakan secara bersama-sama. Kepala sekolah harus mampu hadir memberikan contoh terbaik bagi bawahannya, apa yang disampaikan harus sesuai pelaksanaannya, sehingga perilaku pemimpin harus bisa menjadi teladan bagi bawahnnya, dimana bisa memberikan gairah bagi bawahannya untuk terus menjadi lebih baik. Seorang penulis buku Dr. M. Syafii Antoni menjelaskan, salah satu krisis terbesar melanda dunia saat ini adalah krisis keteladanan, yang akibat dari tersebut pendidikan semakin kehilangan Nurani welas asih yang berorientasi kepada akhlak mulia. Berbicara sosok teladan sejati dalam Islam, tentu tidak lepas dari kehidupan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat :21 ; “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah Uswatun Hasanah (Suri tauladan yang baik) bagimu (yaitu bagi orang yang mengharap Rahmat Allah dan Kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. Maka hadirkan dalam diri seorang kepala sekolah harus bisa menjadi contoh teladan bagi bawahannya.

Keberhasilan seorang pemimpin adalah banyak mendengarkan masukan-masukan yang diberikan oleh orang-orang disekitarnya. Andy Stanley mengatakan “ para pemimpin yang tidak mendegarkan pada akhirnya akan dikelilingi oleh orang-orang yang tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan. Pesan yang disampaikan oleh Andy Stanley pada kutipan diatas menegaskan sumber kegagalan banyak pemimpin didunia ini, dalam semua bentuk dan jenis organisasi, baik perusahaan maupun organisasi sosial, karena pimpinannya tidak mau mendengarkan karyawan atau bawahan maupun pengikutnya. Maunya di dengar saja dan tidak ada kesempatan karyawan nya untuk menyampaikan sesuatu. Mendengarkan sebagai bagian dari proses berkomunikasi, merupakan salah satu keterampilan paling penting dan mendasar yang dapat di kuasai seorang pemimpin agar peran dan fungsi kepemimpinannya menjadi lebih efisien dan efektif. Itu adalah dasar dari begitu banyak keterampilan dan sifat lain yang membentuk seorang pemimpin. Artinya, seorang pemimpin yang tidak mampu dan terampil dalam mendengarkan, dipastikan akan mempengaruhi begitu banyak masalah yang akan muncul dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab kepemimpinannya.

Seorang pemimpin harus hadir sebagai mentor bagi bawahannya, sebagai kepala sekolah peran kita adalah harus dapat melihat bahwa setiap orang memiliki potensi dan sumberdaya dalam dirinya, artinya guru, TU, dan siswa pasti akan sukses asalkan potensi yang ada dalam diri mereka bisa dimunculkan, dan kepala sekolah memanfaatkan untuk keberhasilan institutusi yang dipimpinnya. Sehingga jangan ada dalam diri seorang kepala sekolah apabila bawahnya ada yang sukses maka dia akan tersaingi, justru ini menjadi tantangan agar kepala sekolah dapat terus belajar agar kemampuan yang dimiliki semakin terus meningkat. Terakhir kolaborasi, kemampuan kepala sekolah dalam melakukan kolaborasi antara sesama institusi pendidikan, dengan Dunis Usaha dan Industri atau pihak-pihak lain yang dapat mengungtungkan sekolah. Tiga hal yang perlu dilakukan oleh kepala sekolah dalam mengembangkan kolaborasi yaitu Pertama, harus memastikan bahwa semua kolaborasi menguntungkan untuk semua orang yang terlibat. Dengan kata lain, kepala sekolah menunjukkan kompetensi bisnis yang ekstrem untuk membaca pasar, membentuk peluang, dan membentuk tim yang efektif. Kedua, kepala sekolah harus menumbuhkan lingkungan kepercayaan yang tinggi di antara organisasi anggota, kepercayaan memungkinkan setiap organisasi anggota untuk melakukan yang terbaik dan tanpa rasa takut. Ketiga, kepala sekolah harus menciptakan struktur dan proses dalam kolaborasi yang difokuskan pada melakukan perubahan secara terus menerus dan lebih baik dari waktu ke waktu. Tujuan utama kepala sekolah terus melakukan kolaborasi antar dengan berbagai lembaga, akan terus mengembangkan kemampuan baru yang semakin meningkatkan sekolah yang akan kita pimpin

Kepala sekolah menjadi kunci sukses untuk menjadikan SMK yang bisa berperan sebagai mini industri, sehingga dibutuhkan kemampuan kepala sekolah yang dapat membuat kompak dan menyamakan persepsi setiap lini bagian dibawahnya, yaitu guru, tata usaha, siswa, sarana prasarana pembelajaran, dan keuangan. Dari sisi kebijakan, Kepala Sekolah sebagai CEO harus memiliki kewenangan dan harus mampu menggunakan anggaran dana dengan sebaik-baiknya. Ini termasuk dalam hal bermanuver kebijakan penggunaan anggaran. Kepala sekolah harus mampu memberikan pengaruh atas kecerdasan dan kecerdikan dalam membuat kebijakan anggaran dan kemampuan manajemen yang tinggi, serta memiliki jam terbang yang cukup di berbagai lini operasional dan manajerial. Kepala sekolah agar bisa menjadi CEO tentu harus dipelajari sebaik baiknya dan pada pelaksanaannya tentu tidak semudah yang kita bayangkan, terutama bagi kita yang tidak memiliki latar belakang pendidikan yang berhubungan dengan management secara khusus. Untuk itulah konsep belajar sepanjang hayat harus selalu kita hidupkan dalam diri kita, terutama karena kita akan memimpin sebuah duania kecil bernama “Sekolah” sebagai mini industri. Tentu banyak hal lain yang dapat kita kerjakan untuk sekolah kita, sebagai “ CEO “ mari kita mulai langkah kita dengan melakukan sesuatu dengan terencana, terarah dan sesuai dengan keadaan sekolah kita agar sekolah yang kita pimpin dapat menjadi sekolah yang unggul dan berkwalitas. Penulis yakin selalu harus dimulai dari diri kita, dari yang kecil, dimulai hari ini dan lakukanlah dengan keyikanan bahwa kita bisa.. Insha Allah kita akan sukses.. Aamiin Ya Robbal alamin.

SMK BISA!!!

SMKJuara….

PROFIL SEKOLAH
Kontak
Alamat :

Jalan Raya Mekarsari Km.07 Gunungsari

Telepon :

085724452788

Email :

info@smkn1sukanagara.sch.id

Website :

smkn1sukanagara.sch.id

Media Sosial :
PPDB ONLINE
PENGUMUMAN UN
Statistik Pengunjung
Flag Counter