NEWS UPDATE :  

BERITA

MEMAKNAI LOGO KEMERDAKAAN KEMERDEKAAN RI KE-75 DI MASA PANDEMI

Oleh Muhamad Alwi, M.Tr.Pi.

(Kepala SMKN 1 Sukanagara)


Hari ini bertepatan dengan 75 Tahun Negeri ini merayakan kemerdakaannya dari penjajahan, walaupun saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan adanya pandemi virus covid-19 yang menimpa Indonesia akan tetapi masyarakat tetap menyambut dengan euforia yang sangat tinggi, dimana rumah-rumah, perkantoran telah dibuat meriah dengan berbagai spanduk, banner, dan pemasangan bendera dan umbul-umbul serta berbagai kegiatan-kegiatan sederhana untuk memeriahkan kemerdekaan ke 75 tahun Republik Indonesia untuk mewujudkan rasa cinta mereka.

 

Ada satu hal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, salah satu kegiatan ritual sakral yang biasa dilakukan untuk merayakan kemerdekaan dengan melakukan Upacara bendara di Lapangan yang dihadiri seluruh masyarakat. Tahun ini dilakukan dengan cara virtual, kegiatan upacara hanya di lakukan dikantor-kantor Kecamatan, di kantor Bupati, Gubernur, dan Istana Negara, masyarakat di himbau untuk menyaksikan detik-detik kemerdekaan melalui berbagi plaform media televisi dan media sosial sesuai dengan edaran yang dikeluarkan Menteri Sekretaris Negara Nomor B-459/M.Sesneg/Set/TU.00.04/06/2020tanggal 23 Juni Tahun 2020 Tentang Partisipasi Menyemarahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesi (RI) Tahun 2020.

 

Dalam edaran tersebut di buat Logo HUT RI ke-75 berbentuk perisai seperti perisai lambang dalam Garuda Pancasila. Perisai tersebut berwarna dasar merah dengan angka 75 berwarna putih, kemudian logo tersebut dilengkapi tulisan Indonesia Maju di luar logo. Dalam media Kompas (16/08/2020) Pranata Humas Ahli Pertama Kemensetneg, Bayu Gialucca Vialli menjelaskan, tema HUT RI ke-75 adalah Indonesia Maju. Ia mengatakan, pembuatan logo HUT ke-75 RI memiliki relevansi dengan tujuan pemerintahan periode ini, yaitu pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah.

 

Indonesia Maju dianggap sebagai sebuah representasi dari Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Logo ini menggambarkan Indonesia sebagai negara yang mampu memperkokoh kedaulatan, menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Logo Kemerdekaan RI 75 tahun ini menyimbolkan arti dari kesetaraan dan pertumbuhan ekonomi untuk rakyat Indonesia, dan progres nyata dalam bekerja untuk mempersembahkan hasil yang terbaik kepada semua rakyat Indonesia.


Makna Angka 7

Pemerataan ekonomi dan kualitas hidup untuk seluruh rakyat Indonesia diintegrasikan kedalam elemen bagian atas angka 7, yang melambangkan kesetaraan untuk kesejahteraan dan keadilan yang ekual bagi semua individu. Progres kerja dinamis dan kepentingan progres infrastruktur direpresentasikan kedalam elemen badan angka 7. Meskipun tidak bergaris lurus, namun progres kerja yang dinamis akan mencapai hasil akhir yang optimal, tanpa harus menjadi lurus dan kaku.

 

 

Makna Angka 5

Sementara itu makna angka 5 adalah regenerasi. Kerja yang konsisten dan progres yang nyata dalam bekerja direpresentasikan dalam elemen badan angka 5 yang menyerupai lingkaran hampir sempurna. Lingkaran ini melambangkan progres yang terus menerus dan terlihat nyata, selalu memperbaiki dan selalu mengejar target. Melambangkan kesatuan Indonesia sebagai negara yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa, memperkokoh kedaulatan, memperkokoh persatuan dan kesatuan, yang diambil dari simbol perisai didalam Garuda Pancasila.

 

Font dan Warna

warna yang digunakan dalam logo HUT RI ke-75 adalah merah, putih, dan hitam.

 

Spesifikasi Logo

LOGO BANGGA BUATAN INDONESIA terdiri atas unsur logogram dan logotype. Kedua unsur ini ditempatkan dalam jarak tertentu, dan unsur ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan harus muncul secara keseluruhan. Bangga Buatan Indonesia juga memiliki versi warna lain yang dapat digunakan dalam acuan visual.

 

Palet Warna

UNTUK MENEKANKAN PERASAAN BANGGA ATAS PRODUK LOKAL Bangga Buatan Indonesia menggunakan warna merah dan putih sebagai warna utama, untuk menunjukkan perasaan bangga membeli produk local dan untuk menunjukkan kebersamaan dalm kesatuan.

 

Memaknai apa yng diharapkan oleh Pemerintah dalam Perayaan 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai generasi penerus bangsa ini, walapun negara kita lagi dlanda pandemi, mari kita jadikan sebagai momentum untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik dengan menciptakan pembangunan sumber daya manusia yang seutuhnya yang didsakan pada nilai-nilai agama. Manusia diciptakan oleh Allah sebagai penerima dan pelaksana ajaran sehingga ia ditempatkan pada kedudukan yang mulia. Untuk mempertahankan kedudukannya yang mulia dan bentuk pribadi yang bagus itu, Allah melengkapinya dengan akal dan perasaan yang memungkinkannya menerima dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan membudayakan ilmu yang dimilikinya. Ini berarti bahwa kedudukan manusia sebagai makhluk yang mulia itu karena akal dan perasaan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang seluruhnya dikaitkan kepada pengabdian pada Pencipta.

 

Potensi-potensi yang diberikan kepada manusia pada dasarnya merupakan petunjuk (hidayah) Allah yang diperuntukkan bagi Islam memandang manusia secara totalitas, mendekatinya atas dasar apa yang terdapat dalam dirinya, atas dasar fitrah yang diberikan Allah kepadanya, tidak ada sedikitpun yang diabaikan dan tidak memaksakan apapun selain apa yang dijadikannya sesuai dengan fitrahnya. Manusia tidak akan mampu menjalankan amanahnya sebagai seorang khalifah, tidak akan mampu mengemban tanggung jawabnya jikalau ia tidak dilengkapi dengan potensi-potensi tersebut dan mengembangkannya sebagai sebuah kekuatan dan nilai lebih manusia dibandingkan makhluk lainnya. Artinya, jika kualitas SDM manusianya berkualitas maka ia dapat mempertanggungjawabkan amanahnya sebagai seorang khalifah dengan baik. Kualitas SDM ini tentu saja tak hanya cukup dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), tetapi juga pengembangan nilai-nilai rohani spiritual, yaitu berupa iman dan taqwa (imtaq).

 

Apabila tidak dibarengi dengan pengembangan nilai-nilai spiritual dalam pengembangan SDM. Kualitas SDM tidak akan sempurna tanpa ketangguhan mental-spiritual keagamaan. Sumber daya manusia yang mempunyai dan memegang nilai-nilai agama akan lebih tangguh secara rohaniah. Dengan demikian akan lebih mempunyai tanggung jawab spiritual terhadap ilmu pengetahuan serta teknologi. Sumber daya manusia yang tidak disertai dengan kesetiaan kepada nilai-nilai keagamaan, hanya akan membawa manusia ke arah pengejaran kenikmatan duniawi atau hedonisme belaka. Dan jika semangat hedonisme sudah menguasai manusia, bisa diramalkan yang terjadi adalah eksploitasi alam sebesar-besarnya tanpa rasa tanggung jawab dan bahkan penindasan manusia terhadap manusia lain, sehingga bisa menyebabkan keruskan dimana-mana. Allah SWT telah menfirmankan dalam Al-Qur’an Surat Al-Qashas : 77 yang artinya : “ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.  

 

Sehingga untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini sesuai dengan Logo yang disampaikan oleh pemerintah “Indonesia Maju”, maka diperlukan Sumber Daya Manusia yang unggul, untuk menjadikan SDM yang unggul maka perlu dilakukan dengan konsep Islam yaitu konsep yang diajarkan dalam Al-qur’an dan Hadist Nabi Muhammad SAW yaitu membentuk manusia yang berakhlak mulia, yang senantiasa menyembah Allah yang menebarkan rahmat bagi alam semesta dan bertaqwa kepada Allah. Masa pandemi virus covid-19 kita jadikan sebagai ujian untuk mempersiapkan diri kita agar lebih baik keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam al-Quran, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.  (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.” (QS. Al-Baqarah: 155-156). 

 

Dalam ayat yang lain, Allah juga berfirman, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”. (QS. Al-Anbiyaa`: 35) “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampuryang Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat”. (QS. Al-Insaan: 2). Begitulah Allah SWT menguji manusia, untuk melihat siapa di antara hambaNya yang memang benar-benar berada dalam keimanan dan kesabaran. Karena sesungguhnya iman bukanlah sekedar ikrar yang diucapkan melalui lisan, tapi juga harus menghujam di dalam hati dan teraplikasian dalam kehidupan oleh seluruh anggota badan. Semoga dengan kemerdekaan RI ke-75 Tahun 2020 dimasa pandemi ini, kita lebih siap untuk menjadikan bangsa ini lebih baik dan maju. Sehingga dengan semangat kemerdekaan seluruh masyarakat bekerjasama mengikuti prosedur dan protokol yang ditetapkan oleh pemerintah bersama-sama kita jadikan negeri ini aman dan kembali pulih dari penyebaran VIRUS COVID-19.

PROFIL SEKOLAH
Kontak
Alamat :

Jalan Raya Mekarsari Km.07 Gunungsari

Telepon :

085724452788

Email :

info@smkn1sukanagara.sch.id

Website :

smkn1sukanagara.sch.id

Media Sosial :
PPDB ONLINE
PENGUMUMAN UN
Statistik Pengunjung
Flag Counter