NEWS UPDATE :  

BERITA

Kiat Menjadi Kepala Sekolah Idaman

Oleh Muhamad Alwi, M.Tr.Pi


Kepala SMKN 1 Sukanagara



Sekolah adalah sistem interaksi sosial suatu lembaga yang diberi kewenangan untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang memiliki tanggung jawab yang besar terhadap perkembangan peserta didik dan peningkatan mutu pendidikan. Hal ini tentu akan dapat terwujud dengan hadirnya pimpinan (kepala sekolah) yang memahami tugas dan fungsinya secara menyeluruh yaitu pemimpin dan manajer yang sangat menentukan dinamika sekolah menuju gerbang kesuksesan dan kemajuan hasil pendidikan tersebut. Sehingga kemampuan kepala sekolah yang memiliki intelektual, emosional, spiritual dan sosial akan memberikan pengaruh besar terhadap efektifitas kepemimpinannya.

 

Kepala sekolah memiliki peranan strategis dalam peningkatan mutu satuan pendidikan. Berdasarkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, saat ini jabatan kepala sekolah bukan lagi tugas tambahan, tetapi sebagai tugas pokok. Pasal 1 ayat (1) Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 bahwa "Kepala Sekolah adalah guru yang diberi tugas untuk memimpin dan mengelola satuan pendidikan yang meliputi taman kanak-kanak (TK), taman kanak-kanak luar biasa (TKLB), sekolah dasar (SD), sekolah dasar luar biasa (SDLB), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah atas luar biasa (SMALB), atau Sekolah Indonesia di Luar Negeri."

 

Walau pemerintah telah menetapkan standard bagi para kepala sekolah, namun dalam pelaksanaannya para kepala sekolah menjalankan kepemimpinannya dengan cara mereka masing-masing. Ada kepala sekolah yang dapat membuat seluruh komponen yang dipimpinnya akan percaya diri dan bangga dengan sekolahnya, tetapi ada juga kepala sekolah yang sering membuat suasana di dalam sekolahnya tidak nyaman, sehingga anak buahnya menjadi emosi dan berharap kepala sekolah tersebut dirotasi ke sekolah lain.

 

Pada dasarnya, kriteria kepala sekolah ideal adalah seseorang yang mampu menjadi sosok panutan dan penentu kebijakan dalam suatu institusi pendidikan, yang bisa menjadi sosok didambakan dan selalu diharapkan kehadirannya oleh seluruh sekolah yang ada, baik siswa, pendidik dan tenaga kependidikan. Inilah sosok kepala sekolah idaman. Jika anda punya niat untuk menjadi kepala sekolah di suatu hari nanti, Anda wajib tahu seperti apa kriteria Kepala sekolah IDAMAN di mata milenial yang membuat mereka nyaman dan betah belajar di sekolah serta pendidik dan tenaga kependidikan betah untuk bekerja.

 

Bagaimana kepala sekolah Idaman tersebut? dalam Kamus Bahasa Indonesia Idaman adalah sesuatu yang di dambakan (diharapkan), artinya sebagai pemimpin di sekolah maka jadilah kita untuk selalu menjadi orang yang sangat di dambakan oleh siswa, pendidik dan tenaga kependidikan. Untuk mewujudkan kepala sekolah Idaman, maka penulis mencoba menguraikan arti IDAMAN tersebut menjadi suatu karakter yang harus dimiliki oleh suatu pemimpin di dalam institusi pendidikan yaitu, IDAMAN (Inovasi, Dedikasi, Adil, Mandiri, Aman dan Nyaman).


1.    Inovasi

Kepala sekolah akan dianggap sukses jika output/hasil di sekolah yang dipimpin dapat dihargai oleh masyarakat. Jadi inovasi kepala sekolah merupakan suatu ide baru dari kepala sekolah untuk mencapai tujuan atau memecahkan masalah tertentu yang ada di sekolah. Inovasi dapat juga digunakan sebagai senjata sekolah dalam memajukan mutu sekolah tersebut. Sekolah unggul adalah sekolah yang dikembangkan secara bersama-sama oleh seluruh warga sekolah untuk mencapai keunggulan dalam keluaran (output) pendidikannya. Munculnya sekolah unggul berangkat dari keinginan untuk menciptakan sekolah yang menjadi central for exellence untuk mempersiapkan SDM yang siap pakai untuk masa depan.

 

Suryadi,  (2012) mengatakan Ada 3 faktor pendorong dalam penerapan suatu inovasi yakni: pertama, faktor yang paling kritis adalah sumber-sumber dana; tanpa tersedianya sumber-sumber ini baik yang telah ada maupun yang dapat disediakan tidak mungkin menjalankan inovasi. Kedua, faktor yang kedua ialah kesiapan kapasitas para anggota dalam organisasi tadi; dan Ketiga, karakteristik-karakteristik organisasi yang bersangkutan; seperti pendistribusian wewenang dalam pengambilan keputusan serta kekuatan (regidity) cara-cara beroperasinya organisasi yang bersangkutan.

 

Peran kepala sekolah sebagai manajer suatu lembaga pendidikan, memiliki tugas utama bagaimana harus meningkatkan mutu sekolah dalam rangka mencapai 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP), yang meliputi (1) Standar Kelulusan, (2) Standar Isi, (3) Standar Proses, (4) Standar Penilaian, (5) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, (6) Standar Pengelolaan, (7) Standar Sarana dan Prasarana, (8) Standar Pembiayaan.

Sehingga adanya 8 SNP tersebut menjadi acuan kepala sekolah untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya, agar tercapai dengan hasil yang baik tentu dibutuhkan inovasi dan pengelolaan yang baik atas 8 SNP tersebut. Seorang kepala sekolah dalam meningkatan produktivitas dan mutu pendidikan harus megelola jenis-jenis kegiatan pengembangan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya dengan memanfaatkan semua potensi yang ada dan melibatkan semua warga sekolah, sebab peningkatan mutu tidak tergantung pada orang lain. Menurut Hasbullah (2006), pada dasarnya mutu pendidikan adalah karakteristik yang harus melekat pada sistem pendidikan itu sendiri, kemampuan meningkatkan mutu harus melekat oleh sekolah sebagai suatu sistem yang otonom tanpa tergantung pada atau kendali oleh pihak luar, termasuk pemerintah. Jadi peningkatan mutu erat kaitannya dengan adanya kreativitas dan inovasi dari pengelola satuan pendidikan.

 

2.    Dedikasi

Toto (2014) menyatakan Dedikasi adalah suatu pengorbanan pikiran, tenaga, waktu untuk mewujudkan keberhasilan suatu usaha yang memiliki tujuan mulia. Pendapat lain mengatakan pengertian dedikasi adalah kualitas komitmen seseorang dalam melakukan suatu tugas atau tujuan tertentu yang ingin dicapai. Perilaku dedikasi ini ditunjukkan sebagai bentuk pengabdian untuk melaksanakan cita-cita luhur serta diperlukan adanya keyakinan yang sangat teguh bagi individu yang bersangkutan. Seseorang yang diberi amanah untuk menjadi kepala sekolah, di manapun dan bagaimana pun kondisi sekolah yang akan dipimpinnya. Maka, harus timbul dalam dirinya akan berusaha memberikan hasil yang maksimal, yang terbaik hingga batas tertinggi kemampuan yang dimiliki. Bisa kita lihat contoh dari sahabat Nabi, yaitu Khalid bin Walid seorang panglima perang, pada saat terjadi perang Umar bin Khatab mengganti posisinya dengan sahabat lain. Akan tetapi, beliau tidak berubah semangatnya, tetap semangat berperang menunjukkan loyalitas dan dedikasinya untuk kejayaan islam. Sehingga hal ini pula harus hadir dalam diri seorang kepala sekolah, akan selalu berpikir keras setiap waktu untuk kemajuan sekolahnya, tidak berputus asa melihat kondisi sekolahnya, jadikan kondisi yang ada sebagai loncatan untuk meningkatkan kemampuan yang dia miliki. Dedikasi kepala sekolah terlihat dari sikap loyal dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya bukan untuk kepentingan pribadi, akan tetapi untuk kepentingan banyak orang, sehingga dalam diri seorang kepala sekolah, agar dapat mendedikasikan dirinya untuk sekolah yang dia pimpin harus memiliki sikap yaitu, semangat tinggi, sikap melayani, jiwa menyenangkan dan komitmen tinggi.

 

 

3.    Adil

Adil menurut bahasa Arab disebut dengan kata ‘adilun, yang berarti sama dengan seimbang. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, adalah diartikan tidak berat sebelah,tidak memihak,berpihak pada yang benar,berpegang pada kebenaran, sepatutnya, dan tidak sewenang-wenang. Dan menurut ilmu akhlak ialah meletakan sesuatu pada tempatnya, memberikan atau menerima sesuatu sesuai haknya, dan menghukum yang jahat sesuai haknya, dan menghukum yang jahat sesuai dengan kesalahan dan pelanggarannya. Menurut Imam Al-Ghazali, yang dimaksud adil dalam Islam adalah keseimbangan dari sesuatu hal yang sifatnya lebih atau kurang.

 

Menjadi seorang yang mampu bersikap adil itu bukanlah suatu hal yang gampang, menurut saya. Apalagi bagi seorang pemimpin dalam suatu lembaga pendidikan. Kepala sekolah bukan hanya harus mampu memenuhi hak dari masing-masing orang yang dipimpinnya saja, sikap adil itu susah, namun bukan berarti tidak bisa diterapkan. Sikap tidak memihak atau tidak berat sebelah ini, memang butuh banyak belajar agar bisa diimplementasikan dalam suatu organisasi. Jangankan sebagai kepala sekolah yang harus bersikap adil dalam setiap situasi yang terjadi di sekolahnya, kadang-kadang bagi diri sendiri saja, sikap adil itu kadang susah diterapkan. Saya yakin Anda paham apa yang saya maksud.

 

Untuk menjadi kepala sekolah yang adil, maka ia harus peka terhadap semua orang yang dipimpin, harus banyak mendengar dan bersikap terbuka, sehingga dalam memutuskan suatu kebijakan atau keputusan bisa dinikmati oleh seluruh orang yang dipimpinnya, tanpa ada salah satu pihak yang dirasa menguntungkan atau pun dirugikan. Hematnya, semua harus sama merasakan hasil keputusan yang diberikan tanpa ada rasa kecewa di salah satu pihak.

 

Dalam menghadapi suatu persoalan entah dengan siswa, guru, karyawan atau orang tua siswa maka seorang kepsek haruslah bersikap adil tanpa memandang status apapun. Contoh kepala sekolah harus memberikan sanksi kepada setiap siswa yang melanggar peraturan yang telah disepakati. Sanksi tersebut hendaknya dijalankan sesuai dengan ketentuan tanpa pandang bulu dan campur tangan orang lain, agar nantinya sekolah dipandang sebagai lembaga yang memiliki integritas. Siswa dan orang tua tentunya akan menilai sejauh mana kepemimpinan kepala sekolah dari kebijakan-kebijakan yang diambil. Sikap yang sama juga harus diberlakukan terhadap guru dan karyawan lainnya. Siapa pun yang melanggar peraturan maka wajib diberi sanksi yang mendidik tentunya.

 

Sebagai pemimpin, kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin yang dapat dicontoh perilaku dan tindakannya. Pemimpin menjadi transeter atau intertainmen di dalam pendidikan. Jadi, segala sesuatu tindakan dari pemimpin atau kepala sekolah harus dapat dipertanggung jawabkan. Karena, kepala sekolahlah yang menjadi contoh utama di sekolah. Apabila sekolah memiliki manajemen yang bagus, maka apa yang dikatakan kepala sekolah dapat menjadi contoh bagi bawahan. Pemimpin harus mempunyai dan memiliki berbagai macam syarat yang dapat dikatakann menjadi pemimpin. Jadi, yang dimaksud dengan memberi contoh adalah dapat menjadi orang yang terdepan, tauladan dan segala perilakunya yang positif dapat ditiru oleh bawahan serta lingkungan kerja. Dalam hal ini guru, siswa dan staf. 

 

4.    Mandiri

Menurut Poerwadarminta (2007) mandiri adalah tidak tergantung pada orang lain, sedangkan kemandirian adalah keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Mandiri berarti kondisi seseorang atau kelompok yang mampu melaksanakan seluruh aktivitasnya tanpa bergantung pada orang lain agar mampu menjamin keberlangsungan hidup tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Jika istilah mandiri oleh kepada sekolah diterapkan dalam pengelolaan sekolah yang dipimpinnya, maka kepala sekolah harus mampu memiliki inisiatif dalam memenuhi seluruh kebutuhannya serta mampu menyelesaikan permasalahannya tanpa bergantung pada orang lain, termasuk pengawas dan dinas pendidikan. Tanpa bergantung, bukan berarti menutup diri tanpa memerlukan keterlibatan orang lain. Hanya saja, kepala sekolah yang dapat menghadirkan sekolah mandiri merupakan sekolah yang memiliki kebebasan dalam melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan kewenangannya serta dapat mempertanggungjawabkannya pada warga sekolah.

Sekolah mandiri, memiliki pengaruh terhadap prestasi dan mutu sekolah. sekolah yang memiliki kemandirian yang lebih besar dengan tingkat akuntabilitas yang tinggi memiliki peserta didik yang lebih berprestasi daripada sekolah yang memiliki kemandirian lebih rendah dengan tingkat akuntabilitas yang sama. Oleh karena itu, sifat mandiri merupakaan keniscayaan bagi sekolah, namun tetap dengan tingkat akuntabilitas yang tinggi pula. Kemandirian sekolah merupakan salah satu dari tujuh prinsip konsep manajemen berbasis sekolah (MBS).

kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun sekolah mandiri. Pentingnya peran kepala sekolah dikarenakan kepala sekolah adalah seorang pimpinan dari sebuah institusi yang menjadi masinis kemana suatu sekolah akan diarahkan. Kepala sekolah sebagai seorang pimpinan tidak lepas dari sifat kepemimpinannya. Mereka akan dilihat dan dinilai bagaimana sifat dan praktek kepemimpinannya di sekolah. Kepala sekolah yang mampu mengajak seluruh pihak untuk terlibat secara langsung dalam membangun sekolah mandiri, merupakan sekolah yang sukses.

 

5.    Aman dan Nyaman

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti dari aman adalah bebas dari bahaya, dan nyaman adalah segar, sehat, sejuk, enak. Sehingga berdasarkan pengertian tersebut seorang kepala sekolah harus dapat membuat kondisi di sekolahnya aman dari bahaya untuk seluruh warga sekolah, serta menyediakan lingkungan fisik (gedung, kelas, halaman) sekolah yang bersih dan aman  sekolah menjadi segar, sehat, sejuk dan enak. Kepala sekolah yang dapat membuat sekolah menjadi aman dan nyaman akan memberikan dampak pada kemampuan peserta didik, di mana akan menjadikan peserta didik dapat mencapai prestasi yang terbaik dan guru dapat menampilkan kinerja yang terbaik.

 

Selain aspek keamanan fisik, kenyamanan atau disebut iklim sekolah, yaitu menyangkut atmosfir, perasaan, lingkungan keseluruhan secara sosial dan emosional sekolah juga harus diciptakan secara positif. Faktor yang mempengaruhi kenyamanan atau iklim sekolah ini adalah hubungan atau keterikatan antar warga sekolah, interaksi antar warga sekolah, rasa saling mempercayai dan saling menghargai antar warga sekolah. Bila keadaan faktor-faktor tersebut tinggi maka semakin positif iklim sekolah tersebut. Adanya rasa aman dan nyaman suatu sekolah ditentukan oleh nilai-nilai dan sikap warga sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, komite sekolah. Pada sekolah yang aman, warga sekolah mempunyai komitmen yang mendalam dalam menciptakan dan menjaga sekolah. Insiden intimidasi, kekerasan diselesaikan dengan cepat, efektif dan pemulihan hubungan antar warga sekolah cepat dipulihkan. Sekolah yang aman, nyaman dan disiplin akan tercapai bila semua warga sekolah:

a. mengembangkan budaya sekolah yang positif dan fokusnya adalah pada pencegahan.

           b. membangun komunitas sekolah dengan cara saling menghargai, adil, menerapkan azas persamaan dan inklusi

c.   mengatur dan mengkomunikasikan secara konsisten perilaku yang diharapkan.

 

Apabila sosok seorang kepala sekolah dapat menumbuhkan dan menerapkan perilaku IDAMAN (Inovasi, Dedikasi, Adil, Mandiri, Aman dan Nyaman) seperti yang diuraikan di atas, pastilah semua warga sekolah akan menyambutnya dengan baik, dapat menciptakan suasana positif dan menyenangkan, meningkatkan hubungan kekeluargaan, serta timbulnya sikap saling menyayangi, melindungi, menyemangati semua warga sekolah. Sehingga akan terwujud sekolah bagaikan rumah sendiri yang selalu dirindukan untuk masuk dan betah di dalamnya, maka terbentuklah sekolah yang berkarakter, siswa yang berprestasi, melahirkan warga sekolah yang memiliki jiwa mandiri dan dapat menguasai IPTEK, dan jikalau semua kepala sekolah di Jawa Barat melakukan hal tersebut akan dapat mewujudkan visi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat “Terwujudnya Pendidikan Maju di Jawa Barat guna membentuk SDM yang berkarakter, cerdas, mandiri, menguasai IPTEK Jawa Barat". Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk para Kepala Sekolah dan Calon Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB, terutama bagi penulis apabila suatu saat diberi amanah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjadi salah satu kepala SMK di Jawa Barat.

Wallahu a'lam bi al-sawab.

PROFIL SEKOLAH
Kontak
Alamat :

Jalan Raya Mekarsari Km.07 Gunungsari

Telepon :

085724452788

Email :

info@smkn1sukanagara.sch.id

Website :

smkn1sukanagara.sch.id

Media Sosial :
PPDB ONLINE
PENGUMUMAN UN
Statistik Pengunjung
Flag Counter