NEWS UPDATE :  

BERITA

Jilbab Rahma

Oleh Siti Julaeha (Alumni OTKP-SMKN 1 Suakanagara)

Siang berganti malam, matahari bersembunyi di balik awan, langit kian menghitam tampak berhiaskan cahaya bulan, keindahan malam yang begitu mengagumkan sehingga menimbulkan kebahagiaan bagi insan yang merasakan.

            Namun tidak bagi Rahma, seorang gadis berusia 16 tahun bernama lengkap Aisyah Nur Rahma, ia duduk termenung di depan rumahnya hembusan angin malam seakan tak ia hiraukan tatapannya kosong tampak sekali gurat kesedihan di wajahnya. Sesekali air matanya jatuh membasahi pipinya namun ia usap kembali seolah memperlihatkan ketegaran.

            Namun siapa sangka, pada kenyataannya ia merasakan kesedihan. Bagaimana tidak, ia divonis mengidap penyakit yang di anggap berbahaya, kanker. Rahma mengidap penyakit kanker otak dan hal inilah yang membuatnya sangat sedih.

            Malam kian larut, Rahma masih di luar terdiam di tengah kesunyian malam. Saat itu tiba-tiba ibunya menghampiri.

"Rahma sedang apa di sini? ayo masuk, besok kamu harus sekolah. Lagipula tidak baik anak perempuan malam-malam begini masih di luar.”

“Ya bu“ ucap Rahma

Rahma dan ibunya masuk, tak lupa ibunya mengunci pintu.

“Rahma kamu sudah minum obat nak?” tanya ibunya.

“Belum bu“

“Lho, kenapa? ayo minum obat dulu lalu istirahat“

“Ya bu“

Rahma langsung meminum obatnya. Mungkin mulai sekarang seperti inilah hal yang akan di lakukan Rahma, minum obat, istirahat yang cukup dan sebagainya.

“bu“ ucap Rahma

“Ya ada apa Rahma?”

“apakah aku akan meninggal?” tanya Rahma

Mendengar pertanyaannya itu ibunya langsung kaget sehingga tak terasa air matanya jatuh namun ia usap kembali.

“Rahma dengar ibu ya nak, setiap manusia pasti akan meninggal, semuanya akan kembali pada Allah. Namun kapan waktunya tak ada yang tahu selain Allah SWT yang maha mengetahui segalanya” ucap ibunya

“Ya bu Rahma mengerti. Tapi bu, apakah penyakit Rahma bisa sembuh?”

“pasti, pasti akan sembuh asalkan kamu mau berusaha dan berdoa. Yakinlah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untukmu, kamu juga harus bersabar dan jangan putus asa. Ingat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar“ ucap ibunya

“Ya bu“

“Ya sudah, sekarang kamu tidur ya, jangan lupa berdoa“

Rahma pun beristirahat, karena besok ia harus pergi ke sekolah.

            Keesokan harinya, waktu menunjukan pukul 04.30 Rahma bergegas bangun.  Ia langsung merapikan tempat tidurnya lalu bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai, ia langsung menunaikan shalat subuh. Dalam shalatnya ia tak henti-hentinya berdzikir mengucap asma Allah. Tak lupa ia pun berdoa, di dalam doanya ia selalu meminta agar Allah senantiasa melindungi dirinya dan keluarganya serta para kerabatnya. Ia pun meminta agar Allah memberi kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi setiap cobaan. Karena ia yakin di balik setiap cobaan pasti akan ada hikmahnya.

            Setelah menunaikan shalat subuh, ia segera mempersiapkan segala perlengkapan sekolahnya. Setelah semua siap, ia langsung bergegas untuk sarapan lalu minum obat. Tepat pukul 06.15 ia berpamitan pada ibunya untuk berangkat.

“Ibu, Rahma berangkat dulu ya“

“Ya, hati-hati di jalan“

“Ya bu, doakan Rahma ya bu“ pinta Rahma sambil mengulurkan tangannya dan mencium tangan ibunya.

“Assalamualaikum“ ucap Rahma

 "Waalaikumussalam“ balas ibunya

            Rahma pun berangkat ke sekolah dengan menggunakan kendaraan umum. Selama di perjalanan ia tak banyak berbicara, ia hanya melantunkan asma-asma Allah di dalam hatinya. Ia selalu mengingat akan nasehat ibunya, tetap berdzikir dalam keadaan apapun meskipun di dalam hati dan hal itu biasa Rahma lakukan. Karena ia menyadari bahwa dengan melakukan halitu membuatnya menjadi tenang.

            Tak lama kemudian Rahma sampai di sekolah. Rahma bersekolah di SMK Negeri 1 Sukanagara, saat ini ia duduk di kelas X dan mengambil jurusan Administrasi Perkantoran. Rahma bergegas memasuki ruang kelasnya, tampak teman-temannya yang sejak tadi telah sampai. Ada yang sedang piket, ngobrol, dan sebagainya. Terlihat seorang gadis berambut panjang dan berkecamata sedang duduk sambil membaca sebuah buku di bangkunya. Tak lain ia adalah Fatna Azahra teman sebangku sekaligus sahabat Rahma.

“Assalamualaikum, pagi Fatma“ sapa Rahma

“Waalaikumussalam, pagi“ balas Fatma di sertai senyuman di bibirnya sembari menutup buku yang baru saja selesai ia baca.

“kok selesai bacanya, keganggu ya ? maaf ya“

“eh, enggak kok. Lagipula aku sudah selesai bacanya“

“oh, kirain ganggu. Novel baru ya?”

“ Ya, mau baca? “ sambil memberikan bukunya

“boleh, tapi aku pinjam ke rumah ya!“ pinta Rahma

“silakan saja“

            Fatma memang seorang anak yang gemar membaca. Selain cerdas, ramah, cantik, periang, ia juga tidak pernah sombong. Ia selalu rendah hati dan juga rajin dalam beribadah. Namun ada satu hal yang kurang dalam diri Fatma, yaitu ia tak berjilbab. Entah alasan apa yang membuat Fatma belum berjilbab, padahal ia mengetahui bahwa setiap wanita muslim di wajibkan untuk berjilbab dan ia yakin akan hal itu. Lain halnya dengan Rahma, selain pendiam, ramah dan baik, ia juga berjilbab. Meskipun ia tak secerdas Fatma, namun ia juga merupakan anak yang rajin dan mau berusaha.

            Bel tanda masuk berbunyi, seluruh siswa memasuki kelasnya masing-masing dan memulai pembelajaran. Di kelas X Administrasi Perkantoran, jam pelajaran pertama adalah pelajaran Pendidikan Agama Islam. Kali ini seluruh siswa kelas X Administrasi Perkantoran di tes membaca Al-Qur’an. Sekarang ini, selain pandai di dalam bidang ilmu pengetahuan siswa juga harus pandai di dalam bidang ilmu agama dan salahsatunya harus bisa membaca Al-Qur’an atau mengaji. Alasannya karena membaca Al-Qur’an hukumnya wajib bagi setiap muslim. Selain itu, membaca Al-Qur’an juga akan mendapatkan fahala walaupun hanya satu ayat. Begitu pula dengan Rahma dan Fatma, setiap malam selepas shalat magrib mereka selalu menyempatkan diri untuk membaca Al-Qur’an di rumahnya masing-masing.

            Bel istirahat berbunyi, seluruh siswa berhamburan keluar. Kecuali Rahma dan Fatma.

“kamu tidak ke kantin ?” tanya Rahma

“tidak, aku puasa hari ini.” Ucap Fatma

“memangnya sekarang hari apa?”

“apa kau lupa? sekarang hari kamis, dan kita berdua selalu berpuasa bukan?”

“Astagfirullahaladzim, aku lupa “

“berarti hari ini kamu gak puasa dong?”

“ia. Tapi mulai sekarang mungkin aku gak bisa puasa sunnah lagi Fatma “ ucap Rahma lesu

“kenapa?”

“mulai sekarang aku harus minum obat setiap hari “

“obat ? memangnya kamu sakit ya?”

“ia, aku sakit“ keluh Rahma.

Matanya berkaca-kaca, ia berusaha menahan agar air matanya tidak jatuh namun ia gagal. Rahma langsung memeluk Fatma, ia menangis dalam pelukan Fatma sahabatnya.

“Rahma, kenapa kamu nangis?“ tanya Fatma yang kebingungan. Rahma melepaskan pelukannya.

“Fatma, aku takut“ sambil tetap menangis.

“takut kenapa? memangnya kamu sakit apa?”

“aku mengidap penyakit kanker otak Fatma“ ucap Rahma.

Fatma yang mendengar hal itu langsung kaget dan tanpa ia sadari air matanya mengalir di pipinya.

“masyaallah Rahma. Kamu yang sabar ya, aku yakin kamu pasti sembuh“ ucap Rahma

“Fatma, aku mengidap kanker. Kemungkinan untuk sembuh sangat kecil “

“tidak Rahma. Dengerin aku, kamu pasti sembuh kamu harus yakin itu. Allah pasti akan me,berikan kesembuhan untuk kamu”

“ya, terimakasih ya Fatma kamu udah buat hati aku merasa tenang”

Bel masuk berbunyi, seluruh siswa memasuki kelasnya masing-masing dan melanjutkan pelajaran.

            Tiba saatnya seluruh siswa untuk pulang. Rahma dan Fatma pulang bersama menggunakan kendaraan umum. Selama di perjalanan pulang Fatma menghibur Rahma yang mulai terlihat lemas dan pucat. Rahma hanya tersenyum melihat Fatma.

“ya Allah gerah“ keluh Fatma

“Rahma, boleh aku tanya sesuatu” tambahnya lagi

“boleh, mau tanya apa?”

“kamu gak merasa ya pakai jilbab?”

“tidak, malah rasanya nyaman“

“oh ya? bukannya memakai jilbab itu panas ya?”

“Fatma, panas memakai jilbab itu tidak akan sebanding dengan panasnya api neraka “

“iya sih“

                                                                                               

“Fatma, kita sebagai wanita muslim di wajibkan untuk berjilbab. Karena dengan berjilbab aurat kita akan tertutup“ jelas Rahma

“iya Rahma, aku juga tahu itu. Tapi aku belum siap untuk berjilbab.’’

“sekarang aku tanya, apa yang membuatmu belum siap untuk berjilbab?”

“aku belum merasa PD jika berjilbab“

“jika tidak di mulai dari sekarang kapan PD nya? semua harus dilakukan secara bertahap. Lagipula kamu cantik, cerdas, baik, rajin beribadah lagi. Apa salahnya jika kamu berjilbab, tentunya kamu sudah tahu bukan ketentuan di dalam islam?” ucap Rahma

“aku mengerti, aku pasti akan berjilbab. Tapi tidak untuk saat ini, soalnya aku belum mantap berjilbab. Lagipula aku tidak mau jika berjilbab karena terpaksa dan bukan karena Allah“

“alhamdulilah, aku senang mendengarnya. Tapi ingat, berjilbab juga harus yang syari “

“ia, kamu maukan ajari aku mengenakan jilbab yang baik dan benar ?’’

“pastinya “

            Tak terasa mereka sudah sampai di rumahnya masing-masing.

“Assalamu’alaikum, ibu Rahma pulang“ sapa Rahma

“wa’alaikumussalam“

            Rahma langsung mencium tangan ibunya.

“Rahma, ibu masak makanan kesukaan kamu hari ini“

“oh ya? ya udah bu Rahma mau ganti baju terus shalat dzuhur dulu. Nanti setelah itu Rahma makan“


Bersambung....

PROFIL SEKOLAH
Kontak
Alamat :

Jalan Raya Mekarsari Km.07 Gunungsari

Telepon :

085724452788

Email :

info@smkn1sukanagara.sch.id

Website :

smkn1sukanagara.sch.id

Media Sosial :
PPDB ONLINE
PENGUMUMAN UN
Statistik Pengunjung
Flag Counter